 |
| Banjir Jakarta. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
Banjir Jakarta tersebar di sejumlah titik pascahujan deras sepanjang Minggu (7/2) malam pada Senin (8/2) pagi. Melansir data yang diunggah petabencana.id, sampai dengan pukul 05.24 WIB, tercatat ada 27 lokasi titik banjir di Jakarta.
Dari 27 titik banjir tersebut, tinggi genangan berkisar mulai 10 cm-70 cm dan 150 cm ke atas.
Berdasarkan laman petabencana.id RW 07 Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur merupakan lokasi dengan titik banjir terparah. Tercatat, ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 150 cm ke atas.
Kemudian, sejumlah wilayah mengalami banjir dengan tinggi air berkisar 71-150 cm, di antaranya RW 06, 07 Kelurahan Cililitan Timur; RW 05, 06, 07, 08, 10 Kelurahan Pejaten Timur; RW 05 Kelurahan Bale Kambang; RW 04, 05, 07 Kelurahan Kampung Melayu.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau agar warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai mewaspadai banjir karena Pos Pantau Sunter Hulu berstatus awas atau siaga I.
BPBD DKI mencatat, kenaikan status dari waspada atau Siaga III menjadi siaga atau Siaga II hingga status awas atau Siaga I itu terjadi mulai pukul 01.00 hingga 04.00 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memprediksi seluruh wilayah DKI Jakarta masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sepekan ke depan.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir.
"Prediksi kami, hari ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hampir di seluruh wilayah DKI Jakarta, terutama di malam hari, yang dapat menerus hingga dini hari dan esok hari menjelang pagi," ujar Kepala BMKG Dwikorita seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/2/2021).
"Pada Minggu (21/2/2021), intensitas hujan cenderung melemah menjadi intensitas rendah hingga 22 Februari, dan akan meningkat kembali menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada 23-24 Februari," lanjut dia.
Oleh karena itu kita harus merencanakan kesiapsiagaan Banjir...
Banjir merupakan peristiwa meluapnya air yang menggenangi permukaan tanah, yang ketinggiannya melebihi batas normal.
Yang dilakukan bila Banjir terjadi :
a. Sebelum Banjir
• Buatlah denah dan peta lingkungan sekitarmu
• Beri tanda tempat-tempat yang biasanya terendam genangan air banjir
• Tandai tempat-tempat yang aman dari banjir
• Tandai tempat-tempat yang berbahaya dari banjir
• Ketahui sistem peringatan dini di lingkunganmu
• Pahami tanda-tanda terjadinya banjir dan waspadai jika itu terjadi
• Kalau tidak hujan, perhatikan kondisi air sungai terdekat, apakah lebih keruh dari biasanya.
• Simpan surat-surat penting di dalam plastik atau bahan kedap air
b. Saat Banjir
• Pantau informasi penting yang disampaikan melalui radio atau TV
• Pindahkan barang-barang atau perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi dan tidak terjangkau oleh genangan air
• Segera padamkan aliran listrik dan gas di rumah
• Bersiaplah untuk kemungkinan mengungsi
• Perhatikan kecenderungan air, apakah meningkat atau berkurang
• Jika hujan tidak berhenti dan air tidak surut atau bahkan meningkat, segera mengungsi ke tempat yang aman atau tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat
• Jika ada himbauan mengungsi, segera lakukan dengan tenang dan tertip
• Jika terjebak dalam rumah, tetap tenang dan berusaha mencari pertolongan dengan menghubungi kerabat, PMI Cabang, Kantor Pemerintahan, atau kantor Polisi
• Tetap menjaga perilaku hidup sehat dan bersih
• Usahakan untuk tidak tidur di tempat terbuka
c. Setelah Banjir
• Jika mengungsi, pulanglah ke rumah jika keadaan sudah benar-benar aman
• Jangan langsung masuk kerumah, tetapi lihat situasi terlebih dahulu dengan seksama
• Periksa lingkungan sekita rumah kalau-kalau ada bahaya yang tersembunyi
• Gunakan selalu alas kaki
• Mulailah membersihkan sekitar rumah dan lingkungan
• Cuci perlengkapan makan dan barang lainnya dengan sabun anti kuman
• Perhatikan kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit
Comments
Post a Comment